Demo Tolak Konversi Minah Nyaris Ricuh

Demo Tolak Konversi Minah Nyaris Ricuh

- detikNews
Kamis, 03 Apr 2008 15:13 WIB
Malang - Aksi penolakan terhadap konversi minyak tanah ke gas elpiji di Malang, nyaris ricuh, Kamis (3/4/2008). Puluhan pengunjuk rasa terlibat aksi dorong dengan petugas kepolisian saat berusaha menerobos masuk ke dalam Gedung DPRD Kota Malang.

Ketegangan antara polisi dan mahasiswa ini hanya berlangsung sekitar 10 menit, karena mahasiswa memilih mundur.  Pengunjuk rasa mengalihkan aksinya dengan bergeser ke Balaikota Malang yang tak jauh dari gedung dewan. Lagi-lagi mereka gagal masuk ke balaikota, setelah polisi menutup rapat-rapat pintu gerbang Balaikota Malang.

Namun, peserta aksi tetap bersemangat meneriakkan yel-yel dan terus berorasi menolak konversi minyak tanah ke gas elpiji. Di sini, mereka menggelar aksi teatrikal, mereka memakai topeng Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Yusuf Kalla. Mereka menilai kebijakan pemerintah akan hanya akan persoalan dan memicu semakin bertambangnya angka kemiskinan dan pengangguran.

"Konversi gas elpiji hanya akan menguntungkan korporasi minyak dan gas asing. Merekalah yang menikmati keuntungan, rakyat miskin hanya jadi penonton," kata juru bicara aksi Badruddin. Padahal, Indonesia saat ini menempati urutan ke 9 negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia. Untuk itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk melakukan gerakan penolakan konversi.

Apalagi, dampak konversi minyak tanah ke gas elpiji ini sangat besar. Buktinya,bukan hanya minyak tanah yang mulai langka, gas elpiji pun sulit didapat. Kalaupun tersedia, harganya melambung tak terkendali. "Ini merupakan bukti kegagalan pemerintah mensejahterakan rakyat," terangnya.

aksi unjukrasa ini berlangsung dalam dua gelombang, menolak penghentian minyak tanah bersubsidi. Mereka membubarkan diri secara tertib, setelah puas menyampaikan pernyataan sikapnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait