Setelah sebelumnya berkunjung ke golongan buruh di Mojokerto, kali ini pria berkumis tebal tersebut blusukan ke beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kediri.
Sejak pagi buta, dengan hanya didampingi beberapa tim suksesnya, Pakde berkunjung ke Pasar Pamenang Pare. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur tersebut terlibat perbincangan langsung dengan pedagang selama lebih dari dua jam.
"Saya trenyuh mendengar keluhan wong cilik seperti pedagang-pedagang ini yang selalu terbebani dengan utang. Setiap hari mereka harus berhadapan dengan 5-7 rentenir, kasihan mereka karena terus ngutang ke bank tithil," kata Pakde bergurau.
Pedagang yang akhirnya mengetahi yang datang adalah calon gubernur, langsung menyemut mengerubuti pria asli Masiun tersebut. Hal ini membuat tim sukses Pakde tampak kebingungan melindungi calon gubernur yang berpasangan dengan Saifulloh Yusuf tersebut.
"Antusiasme warga sangat tinggi, ini sinyalemen positif jika warga mulai mengenal Pakde sebagai calon gubernurnya. Tapi kami akan terus berupaya meraih simpati warga," kata orang dekat Pakde yang enggan menyebutkan namanya.
Setelah puas bercakap-cakap langsung dengan pedagang hingga setengah hari, Pakde merasa belum cukup. Tengah hari pukul 17.30 sore tadi, Pakde masih berada di Desa Bogolor, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Di tempat yang berjarak sekitar 40 Km dari Kota Kediri tersebut, Pakdhe mbelani bertatap muka langsung dengan ratusan anggota beberapa jama'ah yasin daerah setempat.
Bersama dengan beberapa mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kediri, Pakde berdialog langsung dengan para warga. Namun dialog yang awalnya berlangsung gayeng, berubah menjadi aksi todong, setelah beberapa warga menyodorkan proposal permohonan bantuan sosial, mulai dari perbaikan mushola, gedung TPQ, hingga permohonan melengkapi segala kebutuhan jama'ah yasin.
(fat/fat)











































