Warga beralasan aksi tersebut dilakukan lantaran ketiga anggota DPR RI tersebut enggan bertemu mereka dan tim dari 9 desa dan tidak mau melihat kondisi rumah mereka. Kelima anggota DPR RI itu yakni M Najib dari Fraksi PAN, Ari Wijanarko dan Abdul Azwar Anas dari Fraksi PKB datang, Tosari Wijaya dari PPP, Markus Silanu dari Partai Demokrat. Rombongan datang pukul 09.30 WIB didampingi perwakilan Lapindo, Sebastian.
Sebelumnya, rombongan meninjau dua perusahaan di Desa Siring Barat yang sudah muncul bubble dan meninjau rumah Ikhwan, warga RT 2 RW 2 Kelurahan Siring yang tanahnya ambles dan rumahnya roboh.
"Anggota dewan yang sudah ketemu dengan rakyat kok tidak menemui rakyat dan mengatakan yang sebenarnya pada rakyat," kata M Suka, salah satu juru bicara warga kepada wartawan, Sabtu (29/3/2008).
Sementara itu sebelum kembali ke Surabaya, anggota DPR RI Ari Wijanarko mengatakan jika pihak DPR RI akan mengusahakan 9 desa dimasukkan dalam peta terdampak karena melihat situasi dan kondisinya.
"Nanti kami akan mengupayakan agar 9 desa, yang belum masuk peta terdampak dan lokasinya berbahaya akan, masuk dalam peta terdampak," ucapnya kepada wartawan. (fat/fat)











































