Satuan polisi air (Satpolair) Sampang pagi ini mulai menyisir ke tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya 10 kilometer dari bibir Pantai Camplong pukul 09.00 WIB, Jumat (28/3/2008).
Kasatpolair Kabupaten Sampang, Bripka Burhanuddin mengatakan, diduga kuat tiga korban tersangkut di bangkai kapal yang bermuatan pasir dan semen tersebut.
"Kita sudah melakukan penyisiran hingga Tlanakan Pamekasan. Tapi tidak menemukan tanda-tanda diketemukannya 3 korban hilang itu. Makanya pencarian yang melibatkan lebih 5 personel Satpolair ini fokus di TKP," terang Burhanuddin saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (28/3/2008).
Selain petugas, ratusan warga dan sejumlah porsein (perahu besar) akan dikerahkan ke TKP. Menurut rencana pencarian lewat udara juga akan dilakukan.
Pihaknya dan warga pun terus menyisir Perairan Pulau Mandangin hingga ke Selat Madura. Bahkan sempat dilakukan penyisiran hingga ke wilayah Probolinggo.
Burhanuddin berharap, warga nelayan yang ada di Perairan Selat Madura hendaknya melaporkan pada petugas setempat bila menemukan mayat atau tanda-tanda lain. Sebab kekuatan arus berberak ke wilayah timur.
Sementara itu, identitas korban yang dinyatakan hilang yakni, Suji (6), Ifan (4) dan Mardiyeh (30) semuanya warga Camplong, Sampang, Madura.
Sebelumnya, kapal nelayan Perdana di Perairan Pulau Mandangin Sampang-Madura pukul 11.30 WIB, Rabu (26/3/2008) karam diterjang cuaca buruk dan diduga kelebihan muatan. Saat itu menurut Polair, kapal memuat 32 penumpang, semen dan batu bata untuk pembangunan masjid. (fat/fat)











































