Dari operasi ini terjarring sekitar 50 warga Lamongan yang tidak memiliki atau tidak membawa KTP. Ke-50 warga yang terjaring ini dariĀ berbagai kalangan masyarakat termasuk TNI dan Polri.
Kasie Operasi Satpol PP Lamongan, Sukiman menuturkan, kabar adanya teroris yang lepas di Singapura dan kemungkinan lari ke Indonesia membuat pihaknya waspada sehingga perlu digelar operasi atau razia KTP.
Operasi KTP ini dilakukan, jelas dia, agar warga masyarakat Lamongan sadar akan pentingnya identitas. "Setelah kedapatan tidak membawa KTP mereka langsung disidang untuk diberi surat pengantar agar segera mengurus KTP," terangnya.
Sukiman menuturkan, kebanyakan warga yang terjaring operasi ini karena KTP mereka sudah tidak berlaku lagi. "Kita tidak membedakan apakah warga sipil atau tidak," ujar Sukiman seraya menuturkan operasi semacam ini akan terus dilakukan untuk menegakkan peraturan. (fat/fat)











































