Ancaman bom pertama terjadi di PT Kingson Metal Industri. Lewat pesawat telepon, suara seorang laki-laki menyatakan bom akan meledak di pabrik tersebut, sekitar pukul 20.00 WIB malam nanti. Telepon itu diterima personalia PT Kingsor Metal Industri, Munawaroh (37) dan dilaporkan ke atasannya.
Ancaman kedua, diterima operator Wisma PT Dharmala RSEA, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pabrik PT Kingson Metal Industri. Namun Kepala Satreskrim Polres Kabupaten Mojokerto AKP Kusworo Wibowo, tidak menyebutkan identitas penerima telepon di Wisma Dharmala.
Setelah mendapat ancaman, kedua pabrik itu melapor ke Polres dan diteruskan ke Polda Jawa Timur. Sekitar 2 jam berselang, sebanyak 15 personel Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Polda Jawa Timur, datang ke pabrik tersebut.
"Sesuai dengan protap yang ada, laporan yang masuk ke Polres, diteruskan ke Polda. Alhamdulillah, setelah Tim Jihandak menyisir lokasi tidak ditemukan tanda-tanda adanya bom," kata Kusworo Wibowo kepada detiksurabaya.com usai Tim Jihandak kembali ke Surabaya.
Meski demikian, polisi masih waspada sebab ancaman bom akan meledak, baru terjadi malam ini, sekitar pukul 20.00 WIB nanti. Sejumlah polisi berpakaian sipil dan jajaran Polsek Ngoro masih disiagakan di depan pintu gerbang kawasan Ngoro Industri Persada. (fat/fat)











































