Mentan menampik anggapan jika banjir di daerah-daerah penghasil gabah, membuat persediaan beras terancam.
"Bencana banjir tidak akan mengurangi persediaan beras nasional. Sehingga kita tidak memerlukan beras impor," kata Mentan Anton Apriantono kepada detikFinance sebelum meninggalkan gudang resi beras di Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Jombang, Selasa (25/3/2008).
Mentan lalu menyontohkan lahan pertanian di Jawa Timur. Dari lahan 1,7 juta hektar tanaman padi, yang puso hanya sekitar 23 ribu hektar saja. "Itu pun bukan puso berhenti tanam, tapi hanya penundaan masa tanam saja," tambah Mentan.
Tentang rendahnya harga jual gabah yang dikeluhkan para petani, Mentan menegaskan pemerintah tidak akan menurunkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah.
"Kalau HPP gabah dinaikkan, harga beras di pasaran juga naik. Masyarakat siap nggak harga dinaikkan," tambah Mentan.
Anton menuturkan peningkatan efektivitas peran Bulog dalam meyerap gabah petani, lebih penting dibanding menaikkan HPP gabah. Karena jika penyerapan gabah petani oleh Bulog berjalan maksimal, krisis beras tidak akan terjadi dan harga beras stabil dan terjangkau.
Dalam Inpres 13/2007 disebutkan, pemerintah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 2.000/kg. Sedang harga gabah kering giling (GKG) Rp 2.575/kg dan harga beras senilai Rp 4.000/kg. (bdh/fat)










































