Rofi dipukul karena menganggu proses belajar mengajar di dalam kelas bersama Khoirul temannya.
"Waktu dipukul pak guru saya tangkis dengan tangan, tapi kok sakit," kata Rofi pada wartawan di rumahnya, Selasa (25/3/2008).
Setelah memukul, Pak Hambali kemudian meninggalkan kedua siswanya seperti tidak terjadi apa-apa. Beruntung, Rofi yang sedang mengeluh tangannya sakit diketahui oleh guru lainnya.
"Tangan kiri Rofi memar. Lalu saya bawa ke sangkal putung untuk dipijat," kata Teguh, Wakil Kepala Sekolah MI Nurul Islam.
Teguh menambahkan, setelah dipijat, korban kemudian diantar pulang ke rumahnya dan menjelaskan kejadian yang menimpa Rofi karena dipukul oleh Pak Hambali.
Mendengar hal itu, Misnati (43) nenek korban segera mendatangi sekolah dan meminta pertanggungjawaban kepada guru agama yang menyebabkan tangan cucunya patah.
"Bapak kok tega memukul cucu saya hingga begini. Bagaimana jika terjadi pada anak bapak," tanya Misnati pada Hambali saat mendatangi sekolah.
Sementara dari pengakuan Hambali, dirinya memukul korban sebagai bentuk teguran atau semacam pelajaran. "Saya sungguh tidak menyangka pukulan saya bisa berakibat seperti itu," ungkapnya setengah menyesal.
Karena tidak terima terhadap perlakuan guru agama terhadap cucunya, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Sementara itu menurut Kapolsek Pasru Jambe AKP Jauhari Ma'arif bahwa ada tindakan kekerasan terhadap korban pada bagian lengan kiri. "Korban telah divisum ke rumah sakit," jelas Kapolsek di Mapolsek Pasru Jambe. (bdh/bdh)











































