Menurut Yasinta karyawan Apotek Dewi Sartika salah seorang saksi mata dalam kejadian tersebut mengungkapkan,awalnya truk tersebut melaju dengan kecepatan sedang. Namun karena kondisi jalan yang sedang ramai, sopir sepertinya tidak melihat ada lubang. Akibatnya, ban kiri depan masuk dan disusul ban belakang bagian kiri.
"Kemungkinan kaget. Karena ban tiba-tiba terperosok, supir tidak bisa mengendalikan mobilnya. Truk kemudian terguling," kata Yasinta saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi.
Untuk memperlancar arus lalu lintas yang saat ini padat dan macet, polisi memberlakukan sisten contra flow. Karena hingga pukul 20.00 WIB, badan truk Fuso masih berada di badan jalan untuk menunggu dievakuasi.
Polisi berusaha untuk meminggirkan truk yang mengangkut kertas tersebut. Namun usaha itu gagal, karena alat untuk meminggirkan dan mengangkat truk tidak memadai. Selain itu, isi muatan truk berupa kertas masih berserakan di jalan raya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sopir truk Fuso hanya mengalami luka ringan dan saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit Pusdik Brimob Porong. (wln/bdh)











































