Di Desa Wonoasri, ketinggian air mencapai 2-3 meter, sedangkan di Desa Curahtakir sekitar 1 meter.
Banjir terjadi sejak pukul 19.00 WIB dari meluapnya aliran sungai Gunung Batok. Menurut salah seorang warga Desa Curahtakir, Munangkas, hujan deras mengguyur desa tersebut sejak siang hari.
"Jam 5, air sudah mulai membesar dan masuk rumah sekitar jam 7 malam. Hujan memang sangat deras selain itu juga air kiriman dari desa-desa sekitar," kata Munangkas.
Hingga pukul 01.00 WIB, Sabtu (22/3/2008) dini hari, banjir masih mencapai 1 meter. Surutnya banjir di dua desa itu terjadi hanya secara perlahan-lahan karena air lebih banyak menggenang.
Akibat bajir tersebut, beberapa kepala keluarga yang rumahnya kebanjiran mengungsi ke rumah saudara yang tidak kebanjiran.
Dari pengamatan detiksurabaya.com pukul 10.10 WIB, anggota PMI Jember saat ini tengah mendistribusikan makanan ke para korban banjir.
Hingga kini belum diketahu adanya korban jiwa dan kerugian materiil dalam peristiwa banjir tersebut. (bdh/bdh)











































