Seluruh korban yang diduga menyantap makanan suguhan di acara tersebut dilarikan ke Puskesmas Jangkar. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti keracunan massal tersebut. Namun pihak puskesmas telah mengirimkan sample atau contoh makanan yang diduga kuat sebagai biang keracunan.
"Seluruh penderita sudah kita periksa dan menerima pengobatan. Bahkan sebagian besar sudah diperkenankan pulang. Tidak ada yang kritis," jelas dr Herna, Kepala Puskesmas Jangkar, kepada wartawan, Jumat (21/3/2008).
Sejumlah makanan yang dijadikan sample untuk dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan di Surabaya, beber dr Herna, adalah nasi goreng serta berbagai jenis kue hidangan. Kedua jenis makanan itulah menurutnya yang diduga kuat menyebabkan keracunan warga.
Para korban yang dilarikan dan dirawat di Puskesmas Jangkar itu di antaranya Jeki Zulmi HIdayat (12), Sinta Ramadani (5), Riyan Hidayat (5), Putri Wulandari (4), Dina (4) Sarifah (9), Fira Rini Astutik (7), Basir (15), Mujahid (8) dan Kholis (23). Mereka semua tercatat sebagai warga Desa/ Kecamatan Jangkar.
Diperoleh keterangan, korban keracunan rata-rata mereka yang menyantap nasi dan kue bingkisan yang dibawa oleh orangtua mereka. Acara peringatan Maulid Nabi itu sendiri diperingti di rumah Marsinal (23), salah seorang warga setempat. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW itu juga dijadikan satu dengan peringatan 40 hari meninggalnya orangtua tuan rumah. (bdh/bdh)










































