"Sejak kemarin sudah diperbaiki, tapi warga masih kesulitan sebab terdapat pipa lain yang bocor, sehingga air belum mengalir ke rumah-rumah warga," kata Sulaiman (37), warga RT 3/RW II, Desa Kedungudi, kepada detiksurabaya.com saat ditemui di depan rumahnya, Jumat (21/3/2008).
Beberapa upaya sudah dilakukan warga, seperti mengganti sambungan dengan pipa baru, tapi belum berhasil. Curamnya tebing mengakibatkan pipa belum tersambung sepenuhnya. "Pipa sambungan sudah ada di lokasi, mungkin hari ini sudah selesai," kata Sulaiman.
Setelah tebing di Desa Kedungudi, mengalami longsor sepanjang 200 meter, Kamis (20/3/2008) kemarin, sebanyak 326 kepala keluarga di Desa Kedungudi, kekurangan air bersih. Sebab pipa menuju mata air yang dibangun sejak tahun 1982 itu, putus di beberapa tempat.
Jika pipa saluran air terputus, warga bisa mengkonsumsi air yang mengalir lewat saluran irigasi. Namun karena kondisi air kotor sebab longsor, warga tidak berani mengkonsumsi air tersebut.
Sementara ruas jalan dari Kecamatan Trawas menuju Kecamatan Ngoro atau sebaliknya yang terputus akibat longsor, pagi ini sudah bisa dilalui. Namun semua jenis mobil dilarang melintas. Selain rawan longsor lagi, badan jalan juga belum sepenuhnya bersih dari bebatuan besar. (bdh/bdh)










































