Puting Beliung di Sumenep Terbangkan Nenek-nenek

Puting Beliung di Sumenep Terbangkan Nenek-nenek

- detikNews
Kamis, 20 Mar 2008 16:33 WIB
Sumenep - Angin puting beliung yang melanda Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget, Sumenep terbangkan nenek-nenek berusia 81 tahun.

Nenek-nenek yang diterbangkan angin puting beliung itu bernama Ny Pusati. Saat itu dia berada di luar rumah dan tiba-tiba diterbangkan angin hingga sejauh 1,5 meter.

Peristiwa puting beliung itu terjadi selama 20 menit, pukul 14.30 WIB hingga 14.50 WIB, Kamis (20/3/2008). Namun beruntung meski tidak mengalami luka, Ny Pusati tercebur ke tambak pembuatan garam.

Bahkan tempat-tempat penyimpanan garam yang tidak memiliki bangunan permanen atau hanya terbuat dari bambu juga diterbangkan oleh puting-beliung.

Selain menerbangkan nenek-nenek, puting beliung itu juga menerbangkan atap dan genting rumah warga sekitar.

Dari peristiwa ini, pendataan masih dilakukan oleh aparat desa dan pihak kecamatan setempat. Sekitar 20 rumah mengalami rusak parah. Atap dan genting diterbangkan angin.

Salah seorang warga, Ny Mariyatun (29) mengatakan, puting beliung datang dari arah barat sebelum hujan deras terjadi. "Angin berwarna hitam bergulung-gulung lalu menghantam puluhan rumah warga," ujar Mariyatun pada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya, Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget, Sumenep, Kamis (20/3/2008).

Sementara Kepala Desa Pinggir Papas, Abdul Hayat mengaku jika setiap tahun dipastikan terjadi puting beliung dan tidak jarang warga mengalami kerugian materi.

"Setiap tahun warga sudah siap-siap untuk mengalami musibah puting beliung. Bahkan, genting rumah sudah beli duluan, sehingga saat ada angin kencang dan merusak genting, sudah ada pengganti," ujar Abdul Hayat kepada wartawan di rumahnya.

Sebab, kata dia, Desa Pinggir Papas merupakan tempat yang berada tidak jauh dari Pantai Pinggir Papas dan tidak ada pohon-pohon di sekitarnya.

Menurutnya, selama puting beliung terjadi di Desa Pinggir Papas, peristiwa tahun 2005 merupakan yang terparah dan terbesar. Sebab selain mengakibatkan kerugian materi juga menelan korban jiwa.

"Jadi, saya berharap, warga tetap waspada. Kalau ada angin besar sebaiknya keluar rumah," jelasnya.
(fat/fat)
Berita Terkait