"Kasus kematian santri Al-Amien yang diduga ada kekerasan tetap kami usut," kata Kapolres Sumenep, AKBP Darmawan ketika dihubungi wartawan, Minggu (16/3/2008).
Ia mengatakan, ada hal yang perlu didalami oleh polisi, yakni antara keterangan pihak pesantren dengan temuan dokter RSU dr Soetomo, Surabaya.
"Pihak pesantren menyampaikan jika santrinya meninggal karena sakit, sedangkan dokter yang menangani di RSU dr Soetomo menyatakan jika ada luka di kepala bagian belakang akibat benturan. Diperkirakan kematian korban disebabkan oleh cedera otak berat (gegar otak) yang dialami," ujar Darmawan.
Menurut Darmawan, sudah ada empat orang yang diperiksa sebagai saksi dan penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti lain. "Penyidik tentunya akan minta hasil rekam medis (medical record) dari RSU dr Soetomo," tegasnya.
Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan kepada detiksurabaya.com oleh sekretaris pondok pesantren Al-Amien Prenduan, Ja'far Shodiq tetap membantah jika santri asal Ceribon Jawa Barat itu meninggal akibat main smack down.
"Fakhrul Syarif Awaluddin meninggal akibat penyakit yang dideritanya sejak seminggu sebelumnya, bukan akibat smack down atau gulat bebas dengan teman-temannya seperti yang banyak diberitakan," kata Ja'far Shodiq, Minggu (16/3/2008).
Menurut Ja'far, Fakhrul sejak Sabtu (8/3/2008) sudah mengeluh sakit demam sehingga almarhum terpaksa mengerjakan soal-soal ujian di Balai Pengobatan Santri, hingga akhirnya di rujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya dan menghembuskan nyawa terakhirnya dengan tenang pada, Sabtu (16/3/2008) pukul 04.00 WIB kemarin. (bdh/bdh)










































