Ponpes Al Amien Bantah Kematian Santrinya Akibat Smack Down

Ponpes Al Amien Bantah Kematian Santrinya Akibat Smack Down

- detikNews
Minggu, 16 Mar 2008 13:29 WIB
Sumenep - Pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN Prenduan, Sumenep, Madura membantah kabar tentang kematian santrinya Fakhrul Syarif Awaluddin akibat smack down. Santri asal Cirebon, Jawa Barat, ini meninggal akibat penyakit yang telah lama dideritanya.

Dalam rilis yang dikirim ke detiksurabaya.com, Ja'far Shodiq sekretaris Pondok Pesantren AL-AMIEN meluruskan bahwa kematian santrinya bukan akibat smack down.

"Fakhrul Syarif Awaluddin meninggal akibat penyakit yang dideritanya sejak seminggu sebelumnya, bukan akibat smackdown atau gulat bebas dengan teman-temannya seperti yang banyak diberitakan," kata Ja'far Shodiq, Minggu (16/3/2008).

Menurut Ja'far, Fakhrul sejak Sabtu (8/3/2008) sudah mengeluh sakit demam sehingga almarhum terpaksa mengerjakan soal-soal ujian di Balai Pengobatan Santri.

"Yang bersangkutan memaksakan diri untuk mengikuti ujian di ruang ujian seperti biasa, walaupun kondisi kesehatannya belum benar-benar pulih,seperti dikeluhkan kepada teman-temannya," tambah Ja'far.

Setelah itu pada Jumat, 14 Maret 2008, almarhum dan teman-temannya makan bersama di kantin pondok. Namun yang bersangkutan mengeluh sakit semua, tapi masih sempat mengajak teman-teman sekamarnya untuk bergurau.

Pada sorenya, almarhum mandi dengan menceburkan diri ke dalam bak kamar mandi walaupun sebetulnya hal ini terlarang. Seusai keluar dari bak kamar mandi, yang bersangkutan muntah-muntah, mengeluh pusing-pusing dan merasa sakit di sekujur tubuhnya, kemudian tidur di kamarnya.

Pukul 17.45 WIB almarhum dibangunkan oleh pengurus kamar untuk melaksanakan salat Maghrib. Tetapi yang bersangkutan sudah jatuh pingsan. Pengurus kamar langsung membawanya ke Balai Pengobatan Santri untuk mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Setelah diperiksa intensif, dokter pondok menyarankan agar segera dirujuk ke RSD Pamekasan.

"Sampai di RSD Pamekasan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif, dokter RSD Pamekasan menyarankan agar yang bersangkutan dibawa ke Surabaya. Almarhum dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya dengan ambulans RSD Pamekasan dan dikawal oleh seorang pengurus pondok, 3 orang juru rawat dan 2 orang pengurus konsulat," ungkap Ja'far.

Pada pukul 02.00 WIB, Sabtu 15 Maret 2008, rombongan tiba di RS dr Soetomo Surabaya dan langsung mendapat perawatan intensif dari dokter-dokter jaga yang sedang bertugas. Namun pada pukul 04.55 WIB, almarhum menghembuskan nafas terakhir dengan tenang di UGD RS dr Soetomo Surabaya.

Setelah itu, pada pukul 12.00 WIB, almarhum dibawa ke rumah keluarganya di Cirebon, dengan ambulans milik RS dr Soetomo, dikawal oleh seorang pengurus pondok dan pengurus konsulat.

Ja'far menambahkan, seluruh informasi ini sudah disampaikan kepada keluarga almarhum di Cirebon melalui telepon. Dan pihak keluarga sudah menyatakan menerima dengan ikhlas kepergian almarhum, serta tidak akan menuntut dalam bentuk apapun.

"Informasi ini kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang simpang siur dan menjadi maklum bagi semua pihak," jelas Ja'far.
(bdh/bdh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.