"Untuk sementara dari ledakan tangki di atas truk tersebut memuat soda metanol cair, bukan soda amoniak," kata Kepala Polsek Jetis, AKP Sutrisno Yuwono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi.
Polisi hingga kini masih memeriksa 3 orang sebagai saksi dalam peristiwa tersebut. "Sampai petang ini kami belum bisa memastikan penyebab ledakan. Sebab kami masih memeriksa dan meminta keterangan kepada saksi-saksi," tambahnya.
Ketiga saksi itu, yakni sopir truk Ridwan Jakfar (43), warga Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban dan pemilik bengkel las Purwono (47), warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis serta seorang perwakilan dari PT Raya Karya, pengelola truk tersebut.
Sebelumnya, meledaknya tangki dari soda amoniak diperoleh detiksurabaya.com dari Edi Suparman (27) teman kerja korban yang saat itu ada di lokasi kejadian.
Sementara itu informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, truk tersebut dibawa sopir ke sebuah bengkel karena rusak di bagian roda belakang dan tangki bocor. Sekitar pukul 11.30 WIB, tangki yang bocor lalu dilas oleh pekerja bengkel, Sayyidul. Sekitar 30 menit berselang, tangki itu meledak.
Sayyidul (48) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis pun tewas setelah menjalani perawatan selama hampir 3,5 jam di Ruang Mawar RSU dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. Meski demikian, keluarga Sayyidul belum berencana menuntut ke pihak mana pun.
"Pengelola truk itu pelanggan bengkel, jadi kami sekeluarga belum berencana menuntut ke pihak mana pun. Untuk biaya perawatan selama di rumah sakit, ya ditanggung sekeluarga," kata Sauman (29), keponakan korban saat berada di depan kamar jenazah. (fat/fat)











































