Pembakaran perahu dilakukan setelah sebelumnya warga melempari para penambang pasir di Sungai Brantas dengan bebatuan. Saat warga melempari batu, tidak ada perlawanan dari para penambang pasir. Mereka memilih berhenti beraktivitas dan menjauh dengan menggunakan perahu.
Sementara warga terus berteriak menantang para penambang pasir. Setelah para penambang pasir menjauh dan meninggalkan sebuah perahu, warga lalu mengambil perahu tersebut.
Tidak diketahui pasti siapa yang memprovokasi, warga lalu membakar perahu tersebut. Sementara para penambang pasir hanya bisa berteriak dari kejauhan. "Warga membakar perahu karena sudah jengkel," kata Kepala Desa Balongsari, Nilasari (43), kepada wartawan di lokasi.
Secara administratif, bagian selatan Sungai Brantas masuk wilayah Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Sedang bagian utara, wilayah Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Namun saat menambang pasir, para penambang kerap masuk ke wilayah Kabupaten Jombang. (fat/fat)











































