Banjir Surut, Warga Bojonegoro Mulai Bersih-bersih Rumah

Banjir Surut, Warga Bojonegoro Mulai Bersih-bersih Rumah

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2008 11:34 WIB
Bojonegoro - Warga Bojonegoro korban bajir mulai membersihkan pekarangan rumahnya setelah diterjang air bercampur lumpur.

Seperti warga Desa Ngablak Kecamatan Dander yang bergotong-royong bergantian membantu membersihkan rumah tetangga mereka. Bahkan beberapa warga sengaja tidak berangkat kerja untuk pembersihan ini.

"Puncak banjir sudah 2 hari lalu, rumah saya kemasukan air sedada. Kalau sekarang tinggal setinggi mata kaki. Mumpung air belum kering lebih gampang dibersihkan," ujar salah seorang warga Ngablak, Bagyo yang hari ini tidak membuka kios stempel miliknya kepada detiksurabaya.com, Jumat (14/3/2008).

Sebelumnya, ada sekitar 400 rumah warga Desa Ngablak, Dander, yang terendam banjir setinggi 40 cm sampai 1 meter. Kebanyakan mereka mengungsi ke rumah kerabatnya yang tidak kebanjiran dan sebagian di tenda-tenda darurat.

Selain itu, warga Kecamatan Bojonegoro kota yang juga mengungsi terlihat sudah kembali ke rumah masing-masing. Tenda-tenda darurat yang sebelumnya menghiasi sepanjang bangunan tanggul sudah mulai dibongkar.

"Banjir sudah surat banyak koq. Kira-kira 70 persen warga pengungsi sudah pulang kembali kerumah," jelas Koordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemkab Bojonegoro, Pujiono kepada detiksurabaya.com di Posko Satlak.

Pantauan terakhir hingga pukul 11.25 WIB terhadap air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro kota setinggi 14,52 meter dari permukaan laut (dpl) dan status banjir siaga 2. Pada Wilayah Bojonegoro bagian timur, banjir masih merendam sejumlah permukiman dan persawahan.

Puncak banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sempat merendam 111 desa di 15 kecamatan. Sebanyak 20.726 rumah warga tergenang dan 23.488 orang mengungsi. Lahan pertanian seluas 4.684 ha tenggelam, 142 tempat ibadah dan 36 gedung sekolah juga kebanjiran. Seorang warga meninggal akibat hanyut terseret arus Bengawan Solo.
(fat/fat)
Berita Terkait