Upacara tedak ini lazim dilakukan pada balita yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke tanah. Rencananya, upacara tedak bagi putri tunggal almarhum Lintang Anargiya Citra Tata Jayanti (9 bulan) dilakukan hari ini, Rabu (12/3/2008).
Namun, akhirnya upacara tedak batal dilakukan setelah Engky meninggal dalam kecelakaan helikopter tersebut. "Kita telah mempersiapkan segalanya untuk upacara tedak," kata mertua almarhum Sri Suyatmi kepada wartawan, seusai pemakaman almarhum di Taman Makam pahlawan (TMP) Soeropati Malang.
Dia menjelaskan selama ini, Engky sangat menyayangi putri tunggalnya. Bahkan, dia sering membelikan mainan dan boneka. "Engky orangnya penyabar dan sangat menyayangi Lintang. Lintang selalu dimanja bapaknya," terang dia.
Sri juga mengungkapkan bila selama ini Engky juga sering menyampaikan kondisi pesawat yang diterbangkan rata-rata berusia tua. Namun, karena tugas, Engky tetap menerbangkan pesawat helikopter BEL 47 G Soloy buatan Amerika tahun 1978 ini. Engky merupakan lulusan AAU tahun 2000, jabatan terakhir sebagai Kasi Keselamatan Penerbangan dan Kerja Lanud Surya Dharma. (bdh/bdh)











































