"Mau ndak mau ya harus ngungsi ke tenda.Saya hanya sempat menyelamatkan tv dan kulkas. Kalau meja kursi dan almari biar saja kebanjiran, saya sudah capek angkat-angkat," tutur seorang warga Kelurahan Ledok Wetan, Bojonegoro, Rikana saat di tenda pengungsi,
Selasa (11/3/2008).
Warga Ledok Wetan dan Ledok Kulon kebingungan mencari tempat pengungsian. Biasanya mereka mengungsi ke Gedung Serba Guna (GSG), namun bangunan milik Pemkab Bojonegoro itu masih digunakan sebagai arena pertandingan futsal.
Berdasar pantauan detiksurabaya.com, terdapat kebocoran pada tanggul Bengawan Solo di Jalan MH. Thamrin persis didepan Mapolres Bojonegoro. Kebocoran lebih parah terjadi di jalan Jaksa Agung Suprapto sebelah timur Pasar Induk.
Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan 10 ribu karung pasir. Sebagian telah disalurkan pada tiap pintu tanggul serta titik-titik rawan banjir lainnya. Selain itu, 7 unit perahu karet telah diturunkan ke sungai untuk melakukan evakuasi warga jika diperlukan.
"Kami sudah bagikan kantong-kantong pasir pada warga. Perahu karet sudah siaga dan semua relawan sudah diplot ke pos masing-masing," jelas Koordinator Satlak PBP, Pujiono melalui telepon.
Debit sungai Bengawan Solo di kota Bojonegoro sampai pukul 21.00 WIB mencapai 15,39 meter dari permukaan laut (DPL). Menurut Pujiono, kondisi ini akan bertahan sampai beberapa jam baru kemudian surut perlahan. Sebab air di Dam Karang Nongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 40 km arah barat (hulu) Bojonegoro sudah surut sejak pagi tadi.
Saat ini sedikitnya 25 desa di 15 kecamatan wilayah Kabupaten Bojonegoro dilaporkan terendam banjir. Namun belum ada data pasti mengenai jumlah pengungsi, rumah dan sawah yang terendam banjir, maupun nilai kerugian akibat banjir kali ini. (gik/gik)











































