Tragis..! Hendak Menikah, Calon Pengantin Tewas Digilas Truk

Tragis..! Hendak Menikah, Calon Pengantin Tewas Digilas Truk

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2008 16:37 WIB
Situbondo - Jalur pantura di Desa Klatakan, Kendit, Situbondo, Jatim, kembali memakan korban. Dua orang pengendara motor tewas seketika akibat tergilas roda truk tangki bermuatan BBM di tikungan Jalan Raya Desa Klatakan, Selasa (11/3/2008).

Dua korban tewas pengendara motor itu masing-masing Murtiani (24) dan Renovella (23), kedunya warga Besuki, Situbondo. Kondisi kedua mayat sangat mengenaskan akibat tergilas roda truk tangki yang melintas dari arah berlawanan.

Tragisnya, korban Renovella adalah calon pasangan pengantin yang akan melangsungkan pernikahan pekan depan. Kejadian tersebut tak pelak menyulut jerit tangis histeris keluarga korban di kamar jenazah RSUD Situbondo.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu berawal motor bebek bernopol P 3079 ED yang dikendarai korban melaju dengan kencang dari arah barat. Sesampai di tingkungan Jalan Raya Desa Klatakan, motor korban terpelanting oleng akibat tersenggol becak ketika mendahuluinya.

"Motor bersama dua pengendaranya terpental ke arah kanan badan jalan karena menyeggol becak yang disalipnya. Saat bersamaan dari arah berlawanan atau arah timur melintas truk tangki bermuatan BBM," tutur Achmadi (47) salah seorang saksi mata kepada detiksurabaya.com di TKP.

Saat itulah tubuh kedua korban yang terpental ke sisi kanan bahu jalan langsung tergilas roda truk tangki yang juga melaju dalam kecepatan cukup tinggi. Kedua korban langsung tewas TKP dengan kondisi luka sangat parah.

Untuk kepentingan penyelidikan, seluruh korban saat itu juga dialarikan ke RSUD Situbondo. Sedangkan pengemudi becak, Hasan (37) warga Desa Klatakan, menderita luka cukup serius pada bagian kepalanya akibat terbentur aspal jalan.

Jalur pantura di Jalan Raya Desa Klatakan ini memang kerap memakan korban. Salah satu penyebabnya adalah minimnya rambu lalu lintas serta tidak dikuasainya kondisi jalan menikung di sepanjang jalan tersebut. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait