Gara-gara Tak Punya LKS, Bambang Dianiaya Guru Agama

Gara-gara Tak Punya LKS, Bambang Dianiaya Guru Agama

- detikNews
Senin, 10 Mar 2008 16:50 WIB
Sumenep - Dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep tercoreng gara-gara ulah Sunarji, guru SMAN 1 Kalianget, Sumenep. Sunarji yang mengajar sebagai guru Agama ini melakukan penganiayaan terhadap siswanya, Bambang Febri Hartono kelas X-3 dengan cara menempeleng pipi-kanan kirinya hingga nyaris semaput.

Sunarji, dinilai ringan tangan, sebab, aksi pemukulan itu tidak hanya dilakukan sekali, melainkan sering dialami oleh Bambang dengan kesalahan yang tidak setimpal.

"Saya sering ditempeleng oleh guru agama itu," ujar Bambang kepada wartawan setelah pulang lebih awal dari sekolahnya, Senin (10/3/2008).

Aksi penganiayaan yang akhirnya dilaporkan kepada penyidik Polres Sumenep itu bermula karena Bambang tidak mempunyai LKS (Lembar Kerja Siswa) untuk bidang pelajaran agama yang harus membeli Rp 6 ribu. Itu terjadi, pada Rabu (5/3/2008) lalu.

Tidak puas, sang guru tetap melakukan aksi tempeleng hingga berulang kali pada hari Sabtu (8/3/2008) sebelum pelajaran berlangsung. Karena sikap sang guru dinilai keterlaluan, maka Bambang ketika itu melaporkan penganiayaan tersebut kepada polisi yang didampingi pamannya, Hasan Jauhari.

Menurut paman korban, Hasan Jauhari, sikap oknum guru agama SMAN 1 Kalianget itu ternyata tidak berhenti. Ia sempat menyaksikan sendiri kekerasan guru itu pada hari, Senin (10/3/2008).

"Keponaan sengaja diantar ke sekolah oleh saya, karena sempat mengaku takut dipukul lagi. Sebelum saya pulang, oknum guru itu menghampiri Bambang dan mendorong tubuhnya hingga nyaris jatuh," tutur Hasan kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Sumenep.

Bahkan yang sangat mengagetkan paman korban tersebut, oknum guru itu mengambil sepatunya tanpa memberi penjelaskan. "Ya akhirnya keponaan saya pulang tanpa memakai sepatu dan saat ini ketakutan dengan sikap oknum guru agama itu," ujarnya.

Secara kejiwaan, sambungnya, meski niat guru itu baik, tapi sudah keterlaluaan dan tidak seharusnya mendorong maupun menempeleng hingga berulang kali kepada siswa karena membuat trauma.

Menanggapi hal tersebut, Guru Agama SMAN 1 Kalianget, Sunarji yang ditemui wartawan di tempat kerjanya Jalan Raya Sumenep-Kalianget membantah jika ada aksi pemukulan atau menempeleng siswanya.

"Saya tidak pernah melakukan kekerasan kepada siswa manapun, kalau membimbing dengan berbagai cara hingga merampas sepatunya sebagai bentuk pelajaran, ya saya lakukan," tegas Sunarji.

Menurut dia, Bambang tergolong siswa yang kurang aktif masuk sekolah, sehingga sangat wajar bila sekolah mengarahkan agar dia membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan bolos sekolah.

"Setiap siswa yang sering tidak masuk sekolah atau tidak aktif mengikuti aktifitas yang diadakan sekolah untuk meningkatkan prestasinya, ya pastilah sekolah akan memberi tindakan tapi tidak dengan kekerasan," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin, membenarkan jika ada laporan dari siswa SMAN 1 Kalianget yang berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru setempat.

"Laporan ada, tapi penyidik akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada sejumlah saksi," kata Mualimin melalui pesan singkatnya (SMS) kepada detiksurabaya.com. (bdh/bdh)
Berita Terkait