Saat ini harga migor mencapai Rp 14.500 ribu per kilo dan belum ada tanda-tanda akan ada penurunan harga.
"Susah, Mas!, premium langka, harga migor juga masih melambung. Pokoknya, warga Sumenep saat ini kelimpungan," kata salah seorang ibu rumah tangga, Ny Uswatun Hasanah kepada detiksurabaya.com saat ditemui di Pasar Anom Baru Sumenep, Senin (10/3/2008).
Dia mendesak pemerintah segera melakukan operasi pasar khusus migor. Sebab saat ini daya beli masyarakat sangat lemah. Bahkan jelas NY Uswatun, kenaikan tidak hanya pada migor, tapi beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan 10 sampai 20 persen dari harga normal.
Sementara pemilik Toko Puger yang menjadi pengecer migor curah di Pasar Anom Baru Sumenep, H Nur mengaku jika selama tiga pekan terakhir migor mengalami kenaikan harga cukup signifikan, padahal satu bulan sebelumnya hanya dipatok Rp 9 ribu per kilo.
"Karena distributor migor menaikkan harga, saya sebagai pengecer, ya terpaksa menaikkan. Meski pembeli seringkali mengeluh," kata Nur.
Nur tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga migor tersebut. Padahal di beberapa daerah sudah mulai ada tanda-tanda penurunan harga.
Menurut dia, jika pemerintah daerah respon dan tanggap dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan masyarakat dengan cara menggelar pasar murah, diyakini akan mampu mempengaruhi harga secara lambat laun. "Hanya dengan operasi pasar atau menggelar pasar murah, kenaikan sejumlah kebutuhan pokok ini akan kembali normal," tegasnya. (fat/fat)










































