Menkominfo: Minggu Depan, Permen Tower Bersama akan Dirilis

Menkominfo: Minggu Depan, Permen Tower Bersama akan Dirilis

- detikNews
Minggu, 09 Mar 2008 08:34 WIB
Kediri - Rencana pemerintah mengeluarkan kebijakan tower bersama akan segera menjadi kenyatan. Menkominfo Muhammad Nuh mengemukakan jika peraturan menteri (permen) yang mengatur mengenai kebijakan tower bersama, akan diupayakan terbit paling lambat minggu depan.

"Saya pernah berjanji mingu depan, tapi tampaknya kami harus berkoordinasi dengan Depdagri. Tapi minggu depan kami upayakan permen itu akan diterbitkan," kata M.Nuh kepada wartawan.

Hal ini disampaikannya usai memberikan ceramah ilmiah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Pondok Pesantren Salafi Terpadu, Ar Risalah Lirboyo, Kota Kediri, Minggu (9/3/2008) dinihari.

M.Nuh menjelaskan tujuan dikeluarkannya kebijakan tower bersama ini untuk efisiensi perusahaan penyedia jasa telekomunikasi. Hal ini dilakukan setelah pemerintah secara resmi akan menerapkan kebijakan penurunan tarif ritel interkoneksi seluler dalam waktu dekat.

"Jelas kan, apabila diterapkan kebijakan tower bersama maka akan ada efisiensi biaya operasional pada perusahaan penyedia jasa telekomunikasi. Setidaknya dari biaya pendirian tower," lanjutnya.

Dalam kebijakan tersebut akan diatur tower bisa ditempati minimal 3 penguat sinyal dari perusahaan berbeda.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan penurunan kualitas sinyal dan lain sebagainya, terkait diterapkannya kebijakan penurunan tarif ritel seluler, M.Nuh membantah hal itu akan terjadi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan itu, menurutnya, pemerintah juga akan mengeluarkan kebijakan Quality Standard of Services (QS) yang mengatur standard mutu untuk sinyal dan lain sebagainya yang berkaitan dengan telepon seluler. Dalam QS tersebut akan disebutkan, meski tarif murah, kualitas sinyal dan lain sebagainya tak boleh ikut menurun.

"Dengan QS tersebut, kita akan mengontrol bagaimana kualitas masing-masing produk seluler," katanya.

Hal lain yang membuat M.Nuh yakin kualitas sinyal tidak akan turun adalah persaingan pasar yang saat ini kian ketat.

"Kita lihat saja sekarang, siapa yang kualitasnya rendah pasti akan ditinggalkan oleh pengguna. Dengan adanya QS dan persaingan pasar tersebut, saya yakin produk seluler akan tetap kompetitif menjaga kualitasnya, meski tarifnya menurun. Apalagi kita kan sudah membuat mereka lebih efisien dengan kebijakan tower bersama," imbuhnya.
(gah/gah)
Berita Terkait