Dam Jebol, Puluhan Hektar Sawah Terendam Lahar Dingin

Dam Jebol, Puluhan Hektar Sawah Terendam Lahar Dingin

- detikNews
Jumat, 07 Mar 2008 18:15 WIB
Kediri - Sebuah cek dam kantong lahar di Sungai Konto, yang berada di Desa/Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri jebol setelah debit air di kawah Gunung Kelud terus mengalami peningkatan. Akibatnya, sekitar 30 Ha areal persawahan terendam lahar dingin Gunung Kelud.

Jebolnya cek dam kantong lahar ini, menurut keterangan Aminudin (52) selaku pengawas proyek Gunung kelud terjadi sejak tahun lalu. namun curah hujan yang terus meningkat akhir-akhir ini menjadikan lebar cek dam yang jebol semakin bertambah.

"Dulu awalnya nggak ada masalah, mungkin hanya 5 meter. Tapi sudah sejak seminggu terakhir, lebar dam yang jebol terus bertambah dan sekarang mencapai 60 meter," katanya saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Jumat (7/3/2008).

Menurut Aminudin, sejak lebar cek dam yang jebol bertambah, air bercampur lahar dingin kiriman dari Gunung Kelud mulai masuk ke areal persawahan.

"Untuk luas lahan yang terendam saya tidak paham, mungkin yang mengerti dinas pengairan. tapi itu semakin parah dalam beberapa hari terakhir," imbuhnya.

Sementara itu pantauan detiksurabaya.com di lokasi cek dam yang jebol, tampak luas areal persawahan yang terendam air bercampur lahar dingin mencapai 30 Ha.

Terendamnya areal persawahan itu diperkirakan mengakibatkan petani rugi hingga mencapai ratusan juta rupiah, karena areal persawahan yang terendam sebagian besar ditanamai padi yang siap dipanen.

Hingga saat ini perbaikan terhadap cek dam yang jebol terus dikebut, agar luberan air bercampur lahar dingin tidak terus menggenangi areal persawahan yang ada di sekitar Sungai Konto.

Perbaikan sementara ini dilakukan oleh pihak Proyek Gunung Kelud dengan memasang bronjong kawat berisi bebatuan. "Ini hanya sementara, intinya agar air dan lahar dingin tidak begitu deras lagi," kata Aminudin.

Semantara Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri, Sigit Raharjo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kejadian jebolnya cek dam di Sungai Konto.

"Kami malah baru dengar sekarang dari anda. Untuk penanganannya kami akan segera turunkan tim untuk mengecek kejadian ini secepatnya, termasuk kerugian petani kami akan cek terlebih dahulu," kata Sigit Raharjo.
(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait