Selain menggenangi jalan, luapan sungai tersebut juga mengakibatkan sekitar 10 hektar tanaman padi siap panen terendam air banjir.
Meski belum memasuki pekarangan rumah, namun pekarangan desa setempat meminta sekitar seribu keluarga di Dusun Serut, Boto, Dusun Purwosari, Desa Purwosari, Kwadungan mulai mengemasi berbagai barang berharga.
Menurut Sekretaris Desa Purwosari, Umar Toha, luapan air itu selain disebabkan Bengawan Madiun juga karena luapan Sungai Ula.
"Kami mengimbau warga untuk waspada. Dan mereka harus segera mengungsi jika ketinggian air naik. Jangan sampai mereka telat mengungsi seperti banjir pada akhir tahun lalu," ujarnya pada detiksurabaya.com, Kamis (6/3/2008).
Sementara itu menurut Warsito, petugas pengukur ketinggian air Bengawan
Madiun, Dinas Pengairan Ngawi mengaku ketinggian air Bengawan Madiun telah mencapai 8,6 meter. Padahal keadaan normal ketinggian air adalah 6 meter.
"Wilayah Ngawi dinyatakan siaga tiga banjir. Dan daerah yang rawan terkena luapan sungai adalah warga di Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Pitu, Mantingan, Ngawi dan Geneng," tegasnya. (fat/fat)











































