"Hujan siang tadi terus terjadi di Puncak Semeru," kata Arifin salah satu petugas Pengawas Gunung Semeru, Lumajang, saat dihubungi detiksurabaya.com lewat sambungan telepon, Rabu (5/3/2008).
Menurut Arifin, banjir di sekitar Puncak Mahameru sempat terekam di pusat pengawas Gunung Semeru. Banjir di puncak Semeru hanya terjadi sekitar 30 menit. Namun, lahar dingin yang terjadi tidak akan membayakan para warga yang menambang pasir dan pencari kayu.
Pantauan detiksurabaya.com, air yang mengalir di Sungai Besuk Bang tampak keruh bercampur lumpur, batu dan rating.
Sementara akibat meningkatnya debit air di sungai aliran Gunung Semeru membuat penambang pasir dan pencari kayu menghentikan aktivitasnya.
"Sejak pukul 01,00 WIB, saya menghentikan menambang pasir. Sebab airnya keruh dan rantai-ranting ikut hayut dari puncak Semeru," ujar Lukman warga Desa Klopo Sawit saat ditemui di lokasi penambangan.
Lukman mengaku tingginya curah hujan di sekitar puncak Semeru, membuat aktivitas para penambang terhenti. "Truk pengangkut pasir datangnya siang dan sore. Jika air keruh sopir-sopir truk tidak berani turun ke sungai untuk mengangkut," jelasnya.
Untuk itu, Arifin pengawas Gunung Semeru menghimbau agar warga di sekitar aliran gunung tetap waspada. Sebab hujan deras masih terus menguyur puncak Semeru. (bdh/bdh)










































