Meski sudah dilakukan pencarian, namun tubuh Misio (50) warga Dusun Dampar Desa Bades Kecamatan Pasirian masih belun diketemukan. Sedangkan rekannya, Sukoyoadi (50) warga Dusun Bades, Desa Bades beruntung karena berhasil diselamatkan rekan nelayan lainya 30 menit setelah kejadian.
Sukoyoadi menceritakan, peristiwa naas ini terjadi ketika 8 nelayan Dampar berangkat bersamaan mencari ikan pukul 05.30 WIB. Saat melewati bibir pantai, ombak masih sedang-sedang saja.
Namun, baru sekitar 2 kilometer dari bibir pantai, tiba-tiba ombak setinggi 4-5 meter muncul dan menghatam perahu jukung yang ditumpanginya bersama Wasio. Akibat terjangan ombak itu, bagian depan jukung patah dan perahunya terbalik.
"Saya kemudian berenang. Jarak saya dengan Wasio saat itu sekitar 200 meteran," kata Sukoyoadi saat dijumpai detiksurabaya.com di rumahnya.
Sukoyoadi menambahkan, saat itu ia mndengar suara Wasio berteriak mintak tolong. Namun karena ombak terus menenggelamkan tubuhnya, ia kemudian membuka kaos lengan panjangnya.
"Wasio bilang kepada saya sudah tidak kuat berenang, lalu berteriak minta tolong 3 kali. kemudian ia tenggelam," tutur Sukoyoadi.
Sementara itu, Karyono (40) ketua kelompok nelayan Dampar "Langgeng Samudra" menuturkan, begitu dirinya mendengar kabar ada nelayan tenggelam, dia bersama nelayan lainnya memutuskan untuk berhenti melaut dan langsung melakukan pencarian.
Sayangnya, usaha penyisiran dengan mengerahkan sebanyak 15 perahu gagal menemukan tubuh Misio. "Setelah dilakukan pencarian selama lebih 4 jam tetap tidak ditemukan. Kita meutuskan berhenti mencari karena ombak makin besar," ungkap Karyono. (bdh/bdh)










































