Rebutan Wilayah, Nelayan di Situbondo Bentrok

Rebutan Wilayah, Nelayan di Situbondo Bentrok

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 14:12 WIB
Situbondo - Puluhan nelayan asal tiga desa di Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (5/3/2008), mengamankan diri ke Mapolsek Panarukan, menyusul terjadinya bentrok antar nelayan yang terjadi di tengah perairan Panarukan. Bentrok antara nelayan Mangaran dengan nelayan Panarukan tersebut dipicu rebutan kawasan tangkapan ikan.

Akibat konflik itu, sedikitnya 12 unit perahu milik nelayan Mangaran disandera oleh nelayan Panarukan di perairan setempat. Puluhan nelayan Mangaran asal Desa Tanjung Pecinan, Tanjungglugur dan Desa Semiring, Kecamatan Mangaran itu juga diturunkan paksa dari perahu mereka.

"Bahkan salah seorang rekan kami ada yang dipukuli oleh nelayan Panarukan sesampainya di darat. Kami semua terpaksa mengamankan diri ke Polsek Panarukan, karena sejak di tengah laut tadi kami telah dikepung dan dipaksa untuk menepi," ungkap Sunarmo (30), nelayan asal Dusun Keperen, Desa Tanjung Pecinan, saat ditemui detiksurabaya.com di halaman Mapolsek Panarukan.

Para nelayan asal Mangaran bukan cuma mengamankan diri untuk menghindari amuk nelayan Panarukan, mereka juga membawa serta jaring, dayung perahu serta sejumlah peralatan tangkap ikan lainnya ke Mapolsek Panarukan. Sebab sebelumnya memang sempat beredar kabar nelayan Panarukan akan merusak semua perahu milik nelayan Managaran yang kini bersandar pantai Panarukan.

Hingga berita ini diturunkan proses perdamaian antar nelayan masih terus dilakukan dan berlangsung di Mapolsek Panarukan. Selain melibatkan nelayan yang berseteru, upaya damai juga melibatkan aparat Muspika baik Panarukan maupun Muspika Mangaran.

"Ini sedang kita upayakan proses damainya. Sebab akar permasalahan mulanya akibat pengkaplingan wilayah tangkapan ikan. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena perairan laut tidak memiliki batas-batas tangkapan ikan, semua ya untuk kebutuhan bersama para nelayan," terang Kapolsek Mangaran, AKP Idham Cholid, saat ditemui detiksurabaya.com di Mapolsek Panarukan.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, bentrok antar nelayan merupakan masalah lama yang menyisakan dendam antara nelayan Mangaran dengan nelayan Panarukan. Sebelumnya juga dikabarkan bahwa sekelompok nelayan Panarukan dihadang dan diusir oleh kelompok nelayan Mangaran saat mereka menjaring ikan di perairan Tanjung Pecinan.

"Sejumlah lampu mercury yang terpasang di perahu kami, juga dihancurkan. Kami diusir dan dilarang memasuki kawasan Perairan Mangaran," ucap Sutikno (42), nelayan Panarukan.

Hal inilah yang lantas memicu aksi balas dendam kelompok nelayan Panarukan. Sekitar jam 10.00 WIB, mereka mengendus kedatangan sejumlah perahu nelayan Mangaran yang tengah menebar jaring di perairan Panarukan. Dalam waktu sekejap puluhan perahu Panarukan melakukan pengepungan dan memaksa belasan perahu nelayan Mangaran untuk mendaratkan perahunya.

Beruntung aksi penyergapan puluhan perahu nelayan Panarukan terhadap perahu nelayan Mangaran tersebut dikuntit dan dikawal oleh petugas Keamanan Laut (Kamla) Panarukan. "Kalau tidak ada Kamla, mungkin perahu nelayan Mangaran akan ludes dirusak atau dibakar di tengah laut," cletuk salah seorang nelayan asal Panarukan. (fat/bdh)
Berita Terkait