Ha Ho Ping warga Malaysia ini diamankan saat check in di Hotel Crown, Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri. Saat diamankan, dia bersama istrinya yang merupakan warga negara Indonesia bernama Nur Laila (24), warga Dusun Krajan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Saat diperiksa, Ha Ho Ping tidak membawa dokumen-dokumen keimigrasian, termasuk paspor. Bahkan Ha Ho Ping kedapatan memalsukan KTP. Dalam KTP Indonesia tersebut, Ha Ho Ping telah berganti nama menjadi H.A Harispin (34) dengan alamat yang sama dengan istrinya.
Ketika dimintai keterangan di Mapolresta Kediri, Ha Ho Ping mengaku, pemalsuan KTP ini dilakukannya setelah mendapatkan bantuan dari salah satu staf di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Duakuinya pula, pemalsuan ini dilakukan hanya untuk mempermudah pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM).
KBO Intelkam Polresta Kediri, Iptu Budi Naryanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengamanan terhadap warga negara Malaysia tersebut. Budi Naryanto mengaku, pengamanan ini dilakukan setelah mendapatkan laporan dari pihak hotel.
"Ini sebagai salah satu antisipasi kaburnya Mas Selamat Kastari ke Kediri. Jadi kita berhasil mengamankan setelah mendapatkan input dari pihak hotel, yang telah bekerjasama dengan kami," kata Budi Naryanto, Rabu (4/3/2008).
Budi Naryanto menambahkan, untuk memastikan apakah Ha Ho Ping merupakan buronan gembong teroris Mas Selamat Kastari, pihaknya masih akan terus melakukan pemeriksaan. "Apakah dia benar Mas Selamat Kastari, kita masih akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.
Sayangnya saat petugas diminta menunjukkan foto Ha Ho Ping, dan dugaan kemiripan fotonya dengan wajah Mas Selamat Kastari, Budi mengaku foto yang dimiliki pihaknya tidak begitu jelas, karena dipotret dengan menggunakan fasilitas kamera di HP. "Belum ngerti ya mirip apa tidak, saya sendiri belum melihatnya secara jelas," ungkapnya.
Saat ini, jajaran Polresta Kediri masih memfokuskan pemeriksaan kepada pemalsuan identitas berupa KTP yang dilakukan oleh Ha Ho Ping. Oleh karena itu, saat ini yang bersangkutan telah dilimpahkan ke Polres Kediri.
"Jadi saat ini kita fokuskan dulu pada pemalsuan identitas yang dilakukannya. Kita telah limpahkan dia ke Polres Kediri, karena lokasi dan petugas yang membantu pemalsua KTP berasal dari wilayah kabupaten," imbuh Budi Naryanto. (bdh/bdh)











































