Guru-guru Mengaku Ketakutan Usai Dapat Ancaman

Bocah Disiksa Ibu Tiri

Guru-guru Mengaku Ketakutan Usai Dapat Ancaman

- detikNews
Rabu, 05 Mar 2008 09:49 WIB
Sidoarjo - Sejak penganiayaan bocah 5 tahun, Putri Nur Hidayah yang diseterika dan disiksa oleh ibu tirinya tersebar di beberapa media, guru-guru di sekolah TK Dharma Wanita Persatuan merasa ketakutan.

"Maaf Mas..Jangan tulis nama saya. Orangtuanya sudah mengancam kepala sekolah jika akan menuntut balik. Sudahlah Mas..Jangan ke saya, orangtuanya Putri itu marinir. Nanti ada apa-apanya, kita yang kena," kata salah satu guru yang enggan menyebut namanya saat berada di ruang kepala sekolah TK Dharma Wanita Persatuan Jalan Kalijaten Gang I No 8 Sepanjang Taman Sidoarjo kepada detiksurabaya.com, Rabu (5/3/2008).

Guru yang memakai jilbab ini mengaku, takut bila sewaktu-waktu orangtua bocah tersebut mendatangi sekolah dan marah-marah. Namun dia mengaku sehari-harinya Putri tidak pernah dijemput atau diantar oleh orangtuanya. Seperti keseharian murid-murid lainnya yang selalu mendapat pengawalan dari orangtuanya.

"Dia selalu sendiri saat datang dan pulang sekolah. Bahkan, Putri adalah murid yang selalu membuntuti gerak-gerak para guru bila pelajarannya selesai. Dia memilih tidak pulang terlebih dahulu dan ikut nimbrung dengan kesibukan kita," tambahnya.

Hal itu juga diamini oleh salah satu wali murid, Siti. Dia mengaku tidak pernah sekalipun melihat sosok orangtua menjemput atau mengantar Putri ke sekolah.

"Kalau melihat Putri itu kasihan, wajahnya sudah melas dan selalu menyendiri. Padahal bocah itu tidak pernah berulah di sekolah. Kayaknya dia kurang kasih sayang," jelas Siti.

Sementara ketakutan para guru dimaklumi oleh kepala sekolah TK Dharma Wanita Persatuan, Rohaliyah. "Iya lah Mas...Mereka jelas takut. Pokoknya pake nama saya saja bila mau wawancara. Biar mereka tidak kena imbasnya," tegas Rohaliyah. (fat/fat)
Berita Terkait