Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, dr S Susianto mengatakan, jika DBD merambah di 76 desa di 20 kecamatan di Kabupaten Sumenep. Sedangkan 7 kecamatan masih aman dengan DBD.
"Bila dalam musim hujan ini masyarakat belum memiliki kesadaran untuk membersihkan lingkungan sekitar tanpa mengandalkan fogging, maka DBD bisa diminimalisir," katanya kepada detiksurabaya.com saat berada di kantornya Jalan dr Soetomo Sumenep, Rabu (5/3/2008).
Namun, kata dia, dirinya optimis kasus DBD dapat segera ditekan pada bulan Maret ini. Sebab gerakan untuk membersihkan lingkungan sudah dilakukan semua pihak termasuk salah satu BUMN yang peduli dengan DBD.
"Pemberian obat abate untuk membunuh jentik nyamuk aedes aegypti juga telah diberikan kepada warga secara cuma-cuma," ujarnya.
Sementara, dengan tingginya angka kasus DBD selama awal tahun 2008 ini, dia juga mengakui jika stok darah di PMI seringkali kosong. Untuk memenuhi kebutuhan kantong darah yang setiap bulannya mencapai 200-an buah akan melakukan pendekatan dengan sejumlah pondok pesantren.
"Saya yakin jika santri pondok pesantren menjadi pendonor tetap, maka tidak akan ada kasus kekurangan kantong darah," katanya.
Menurut dia, pada tahun 2008 ini, Sumenep sudah mempunyai tempat pengaman darah. "Jika pada tahun lalu, stok darah sering kurang karena tidak ada tempat penyimpanan, tapi tahun ini sudah tidak ada masalah dan tinggal menggugah pendonor agar aktif mendonorkan darahnya setiap bulan," pungkasnya. (fat/fat)











































