Dalam beberapa hari terakhir, ia rajin mengiklankan diri di media massa lokal untuk menjual ginjal. Cara ini diharapkan mampu membiayai pengobatan istrinya, Nur Asnah (27 tahun).
Nur Asnah saat ini dirawat secara intensif di ruang observasi C pavilium wijaya kusuma RSUP Dr Soedono, Madiun, Jatim. Pasien ini sebelumnya rujukan dari Rumah Sakit Muslimat Ponorogo.
Menurut Ujang, istrinya tidak sadarkan diri sejak melahirkan anak kedua mereka yang diberi nama Putri Olivia pada 28 Januari 2008 lalu. Sayangnya tiga minggu sejak dilahirkan, bayi perempuan mereka meninggal dunia.
"Biaya pengobatannya sangat besar. Ia harus terus dirawat agar bisa seperti sedia kala. Darimana saya mencari uang kalau tidak menjual ginjal," kata Ujang pria yang sehari-hari berjualan pakaian batik ini pada detiksurabaya.com, Selasa (4/3/2008).
Ujang menyatakan, dirinya saat ini membutuhkan uang banyak untuk menebus obat-obatan bagi istrinya. Sedangkan ia sendiri tidak terdaftar sebagai pasien asuransi kesehatan masyarakat miskin.
"Saya orang perantauan dari Padang, jadi tidak punya surat itu," ujarnya. Untuk biaya kamar inap di rumah sakit saja, lanjut dia, tagihannya sudah mencapai Rp 12 juta.
Sementara, Direktur RSUP Dr Soedono Madiun, Achmad Thamrin mengatakan akan berupaya membantu biaya pengobatan bagi istri Ujang. Menurut dia, pasien tersebut tidak mempunyai surat keterangan miskin.
"Kami akan tetap membantu. Walaupun mungkin tidak seratus persen. Yang penting saat ini membuat pasien kembali sadarkan diri," ujar Thamrin. (bdh/bdh)










































