Sedangkan kedua teman korban Ferry Irawan dan Rifai warga Kampung Jujung Kelurahan Kepatihan masih beruntung karena hanya menderita luka saja. Kedua hanya bisa tergolek lemas saat akan dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Selasa (4/3/2008).
Untuk mengeluarkan tubuh Mamang yang berada di bawah reruntuhan tembok beton, petugas dari Polsek Banyuwangi dengan dibantu sejumlah warga berusaha menarik tubuh korban. Sayang usaha tersebut sia-sia, karena tubuh korban tergencet reruntuhan. Namun setelah warga bergotong royong menghancurkan tembok yang keras, akhirnya tubuh Maman berhasil dievakuasi.
Keluarga Mamang yang mendatangi tempat kejadian langsung menangis histeris. Mereka tidak menyangka pemuda 28 tahun tersebut masih
berada di bawah reruntuhan tembok dan dalam keadaan sudah meninggal.
Ngadimin salah seorang saksi mata mengaku tidak tahu persis apa yang dilakukan Mamang dan kedua temannya. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, dirinya sangat terkejut ketika mendengar ada suara tembok ambruk. "Saya tidak tahu uang dikerjakan korban bersama temannya. Tahu-tahu saya mendengar tembok roboh," ungkap Ngadimin.
Sementara itu, untuk menyelidiki peristiwa yang memakan satu korban jiwa ini polisi tengah memriksa tiga orang saksi.
(bdh/bdh)










































