"Biasanya untuk anak saya diberikan ASI dan susu bubuk. Sejak saat itu saya memutuskan memberikan ASI saja," kata Wati warga Desa Pacuh Kabupaten Gresik saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (4/3/2008) pagi.
Wati adalah ibu muda yang anaknya baru berumur 1 bulan kini tidak lagi meminum susu bubuk. "Saya takut, daripada terjadi apa-apa sama anak saya mendingan saya beri minum ASI saja," ucapnya.
Merebaknya pemberitaan tentang tercermarnya susu formula itu juga membuat Yudha menghentikan memberikan susu formula untuk anaknya dan memberikan ASI. Semula anaknya yang sudah berumur 7 bulan ini tidak meminum ASI.
"Kini tidak lagi. Saya hentikan. Saya takut dengan kandungan susu formula yang ada bakterinya," tutur Yudha yang tinggal di Desa Balongpanggang Kabupaten Gresik ini.
Demikian juga dengan pengakuan Anti warga kota Gresik. Ibu muda yang masih mengenyam kuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini juga menyetop susu formula untuk anaknya dan menggantikan dengan ASI.
"Tidak saya berikan lagi susu formula," kata Anti yang memiliki anak lelaki yang berumur 4 bulan. (stv/gik)











































