Sembilan desa yang terendam tersebut adalah Desa Centini, Gelap, Keduyung, Dateng, Durikulon, Pesanggrahan, Jabung, Bulutigo, dan Siser. Semuanya di Wilayah Kecamatan Laren.
Sekretaris Pelaksana Satlak PBA Lamongan, Imam Trisno Edi kepeda wartawan, Senin (3/3/2008) mengatakan, dari 9 desa tersebut sudah 1.043 rumah yang terendam dan kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan naiknya debit air Bengawan Solo.
"Ini semua akibat jebolnya tanggul Sungai Bengawan Solo yang ada di wilayah Desa Tegalrejo dan Simorejo di Kecamatan Widang Tuban," terang Imam.
Imam Trisno juga menambahkan, akibat banjir ini, sudah ada 4 sekolah yang terpaksa diliburkan karena gedungnya terendam air. "Empat sekolah itu SMPN 2 Laren, MI, SMA NU Centini dan SD Centini," ujarnya.
Dengan kondisi demikian, terang Imam, Satlak PBA Lamongan menerapkan status siaga 1 untuk kondisi banjir. "Mengingat debit air Sungai Bengawan Solo saat ini sudah 5,8 meter dan kemungkinan bisa bertambah seiring naiknya debit sungai," tuturnya.
Sementara itu, warga di Desa Centini saat ini harus mengungsi ke tanggul-tanggul yang masih belum terendam air. Mereka mulai membuat tenda-tenda darurat untuk pengungsian. "Kami berharap pemerintah segera turun tangan membantu kami kembali seperti banjir yang tempo hari," terang Kasturi, salah seorang warga Desa Centini. (bdh/bdh)










































