"Sekarang ketinggian di atas skala 13 sudah siaga 1. Malah air bengawan cenderung naik terus," kata Koordinator Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemkab Bojonegoro, Pujiono pada detiksurabaya.com, Minggu (2/3/2008).
Pujiono menunjukkan data ketinggian air sungai Bengawan Solo di Dam Karang Nongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 45 km arah barat (hulu) Bojonegoro. Pukul 06.00 WIB menunjukkan angka 27,70 pheilschaal, lalu pada pukul 12.00 WIB naik menjadi 28,40 pheilschaal.
"Perjalanan air dari Dam Karang Nongko sampai masuk kota makan waktu 10-14 jam. Nanti malam warga di kecamatan kota harus siap-siap," jelas Pujiono saat piket di Posko Satlak.
Untuk mengantisipasi banjir, Satlak PBP telah menyiapkan 7 unit perahu karet. Relawan Satlak disiagakan pada tiap kecamatan di daerah aliran sungai (DAS) masing-masing 4 orang ditambah dengan relawan PMI Cabang Bojonegoro.
Meningkatnya debit air Bengawan Solo membuat resah warga terutama yang tinggal di kedua sisi sungai. Walau belum ada laporan rumah terendam, namun sejumlah warga mulai mengantisipasi banjir susulan ini dengan menaikkan perabot pada tempat lebih tinggi dalam rumah.
"Saya sudah naikkan barang-barang ke atas panggung. Termasuk televisi yang baru saya beli setelah tv yang dulu rusak kena banjir yang kemarin itu," tutur Yoyok, warga Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, yang daerahnya menjadi langganan banjir tiap tahun. (bdh/bdh)










































