Ditinggal Istirahat, Pabrik Snack Ludes Terbakar

Ditinggal Istirahat, Pabrik Snack Ludes Terbakar

- detikNews
Sabtu, 01 Mar 2008 15:16 WIB
Kediri - Pabrik snack PT Sahabat Sejati yang berlokasi di Jalan Tembus Kaliombo, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri ludes terbakar saat ditinggal istirahat oleh puluhan karyawannya. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dan besarnya kerugian.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawan bagian penggorengan yang beristirahat tak jauh dari lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Mengetahui hal tersebut, karyawan langsung berlarian menyelamatkan diri.

"Saya sendiri dipanggil masuk sekitar jam satu tadi, dan saat saya datang api sudah membesar," kata salah satu petugas keamanan PT Sahabat Sejati yang enggan menyebutkan namanya, Sabtu (1/3/2008).

Dia menjelaskan, begitu api membesar beberapa petugas keamanan dibantu karyawan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Karyawan lainnya juga berusaha menghubungi pemadam kebakaran.

Api yang membesar, baru dapat dikuasai sekitar satu jam kemudian dengan dikerahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran milik PT Gudang Garam.

Ketika ditanya mengenai penyebab, petugas keamanan tersebut tidak dapat menyebutkan secara pasti, karena saat kejadian dia tidak berada di lokasi tepat terjadinya kebakaran.

Dia menyebut kemungkinan terbesar adalah adanya hubungan arus pendek listrik, karena ketika jam istirahat semua kompor di bagian penggorengan telah dipadamkan.

"Kalau penyebabnya kompor kemungkinannya kecil, karena di sini kebiasaannya kompor selalu dimatikan saat jam istirahat," lanjutnya.

Namun keterangan dari petugas keamanan tersebut bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan KBO Reskrim Polresta Kediri, Iptu Edi Herwiyanto, yang mengatakan hasil olah TKP, penyebab kebakaran adalah tersulutnya kompor dengan minyak yang berserakan.

"Untuk sementara hasil olah TKP penyebab kebakaran kompornya nggebros, jadi tungku tempat penggorenganya itu tersulut api," kata Edi Herwiyanto saat dimonfirmasi melalui telepon selulernya.

Edi Herwiyanto menambahkan, untuk mengetahui penyebabnya secara pasti, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. (bdh/bdh)
Berita Terkait