Kejadian terseretnya 2 rumah milik Daman Supeno (48) dan Ny Tyas (49) terjadi sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi.
"Waktu itu ibunya sedang memasak di dapur, tiba-tiba memanggil saya. Katanya terdengar suara kretek-kretek dari dekat sungai. Setelah saya lihat tanahnya pecah sekitar setengah centimeter. Setelah itu makin melebar. Langsung saya ajak berlari, tapi baru sampai halaman depan sudah terdengar suara ambrol," kenang Daman Supeno kepada detiksurabaya.com saat di lokasi, Sabtu (1/3/2008).
Dia menambahkan, tanda-tanda ambrolnya rumah miliknya sudah mulai sejak beberapa hari lalu. Saat itu arus sungai tampak meluap dan semakin deras. Namun keluarganya tidak punya pilihan untuk pindah, karena hanya rumah tersebut, satu-satunya yang dimiliki.
"Ya satu-satunya rumah di sini lho Mas, mau bagaimana lagi. Saya sadar kalau tinggal di tepi sungai bahaya. Tapi kan ini sudah saya beli sebelum air sungai ini akhirnya meluap," kata lelaki pensiunan PNS Kabupaten Kediri ini.
Akibat kejadian tersebut, beberapa alat dapur dan barang rumah tangga ikut hanyut terbawa air. Selain itu beberapa bahan bangunan, yaitu batu kali sebanyak 8 truk, serta 8000 biji batu merah yang dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan rumah, juga ikut terbawa air.
"Kalau jumlah pastinya belum saya hitung, tapi kalau dihitung-hitung kasar ya mungkin sekitar lima puluh jutaan," lanjutnya.
Dari pantauan detiksurabaya.com, di lokasi menunjukkan lebar plengesengan sungai yang ambrol hingga menyeret dua rumah di sampingnya mencapai 15 meter.
Sementara itu, meski telah dilaporkan ke Kantor Kelurahan, hingga pukul 10.30 WIB pagi tadi belum ada satu pun petugas. Baik dari kepolisian, kelurahan, maupun Pemkot Kediri yang tampak melihat lokasi kejadian. (fat/fat)











































