Lapas Wanita Malang Menuju Standar ISO

Lapas Wanita Malang Menuju Standar ISO

- detikNews
Jumat, 29 Feb 2008 16:11 WIB
Malang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Malang mempersiapkan pelayanan berstandar internasional ISO 9001:2000. Pencanangan layanan sertifikasi ISO ini diresmikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andy Matalatta, Jumat (29/2/2008).

Andy Matalatta berharap pelayanan standar ISO 9001:2000 ini dapat diraih 6 bulan mendatang. Dia optimis pelayanan berstandar internasional ini akan mampu mengubah dan meningkatkan pelayanan terhadap penghuni lapas.

"Ini yang pertama di Indonesia, bila berhasil bisa diadopsi lapas lain di Indonesia," katanya kepada para wartawan.

Pelayanan berstandar internasional ini, kata Andy, akan mengubah citra pelayanan lapas yang telah ada selama ini. Lapas Wanita Malang akan menghadapi banyak tantangan untuk meraih ISO 9001:2000 ini, mengingat belum ada standar mutu pelayanan Lapas di Indonesia.

"Kita ini bekerja sambil belajar, sambil mencari pelayanan baku di lapas," jelasnya. Untuk itu, perlu dilakukan penataan pelayanan kesehatan, makanan, kunjungan dan lingkungan di Lapas. Persoalan kelebihan kapasitas di Lapas, jelas Andy, tidak menjadi penghalang untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Lapas wanita Malang memiliki kapasitas maksimal 164 tapi di isi sebanyak 289 narapidana dan tahanan. 65 persen penghuni Lapas Wanita Malang adalah narapidana kasus narkotika. Rata-rata jumlah penghuni di Lapas Indonesia melebihi kapasitas hingga 45 persen.

"Lapas di sini menjadi gambaran kondisi riil Lapas di Indonesia, sehingga metode manajemen bisa dikembangkan di daerah lain," urainya.

Kepala Lapas Wanita Malang, Entin Martini menyampaikan sedang menyiapkan tenaga teknis untuk menata dan mengelola manajemen teknis layanan secara maksimal. Kini, telah dilakukan pentanaan lingkungan, disediakan taman bacaan dan berbagai ketrampilan untuk para penghuni Lapas.

"Kita hadirkan instruktur untuk membuat batik tulis dan aneka kerajinan lain. Sehingga, setelah bebas nanti mereka bisa mengembangkan di daerah masing-masing," terangnya.

Kini, setiap blok di Lapas Wanita Malang dihiasi taman dengan berbagai tanaman hias dan bunga. Aneka jenis tanaman anggrek dipasang di sepanjang dinding blok tahanan. "Taman ini didesain dan dikerjakan oleh para penghuni Lapas. Mereka yang merawat aneka tanaman ini," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait