"Saya berharap dengan dibukanya jalan ini, perjalanan masyarakat yang akan ke Bandara lebih cepat tanpa harus terkendala kemacetan," ujar Imam dalam sambutannya saat peresmian jalan non tol, Jumat (29/2/2008).
Menurut Imam sebelum dilakukan peresmian, jalan tersebut sudah diuji coba selama 10 hari. Dan hasilnya, jalan tersebut mampu memecah dan mengurai kemacetan. Baik yang ada di batas kota maupun di dalam Kota Surabaya.
Sebelumnya, warga yang ingin ke bandara direpotkan dengan kemacetan di Bundaran Waru dan kawasan Aloha.
Jalan non tol sepanjang 1.750 meter ini mempunyai 4 lajur yang bisa dipakai pemakai jalan. Jalan yang berlokasi di 3 desa yakni Desa Sedati Agung, Sedati Gede dan Pabean di Kecamatan Sedati ini dibangun dengan biaya APBN sebesar Rp 24,1 miliar. Sedangkan luas lahan yang telah dibebaskan untuk pembangunan jalan tersebut seluas 45.756 meter persegi. (iwd/fat)











































