Ekploitasi migas di Kabupaten Bojonegiri ini dilakukan anak perusahaan ExxonMobil yaitu Mobil Cepu Limited (MCL). Pasalnya, MCL hanya menawar harga tanah kaya kandungan
minyak itu cukup murah, hanya Rp 50 ribu per m2.
Padahaln diperkirakan ada cadangan minyak di Blok Cepu berkisar antara 1,2 miliar barel hingga 2 miliar barel. Namun ada pula yang menyebutkan cadangan minyaknya yang mencapai 600 juta barel. Potensi itu jika diekploitasi, setiap harusnya mampu menguras sekitar 165 ribu sampai 175 ribu barel.
"Sekarang saja MCL sangat pelit itung-itungan harga tanah, jangan-jangan nanti juga begitu. Apa nanti MCL akan berikan program pemberdayaan masyarakat sesuai harapan kita?" tutur Munawar Cholil, warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, saat ditemui detiksurabaya.com, Jumat (29/2/2008).
Dalam waktu dekat, MCL akan membebaskan sekitar 7 hektar lahan di Desa Ngasem untuk calon lokasi sumur Alas Tuwa Barat, salah satu tambang minyak Blok Cepu. Baru kemudian program pembebasan untuk pengembangan sumur minyak Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem.
Pada kedua lokasi pengeboran itu MCL menawarkan harga beli Rp 50 ribu per m2, padahal warga minta harga jual diatas Rp 100 ribu per m2. Sedangkan dengan sistem sewa, MCL menawar Rp 45 juta per hektar per tahun, sebaliknya warga menuntut Rp 4,5 miliar per hektar per tahun.
"MCL patok harga jauh dibawah permintaan warga, makanya warga menolak. Lahan yang mau dibeli adalah sawah, lha mau kerja apa nanti kalau warga sudah tidak punya lahan garapan," tambah Cholil yang mengaku sering dilobi oleh MCL maupun oknum kantor kecamatan Ngasem untuk merayu tetangganya agar menerima penawaran harga dari MCL.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh warga sekitar sumur minyak Banyu Urip, yang siap dieksploitasi dengan 4 lubang sumur yang telah ada. Dampak positif dari industri migas
untuk kesejahteraan ekonomi belum terasa. Program pemberdayaan masyarakat (community developement/CD) juga belum menyentuh kepentingan warga.
"Siapa yang berani jamin kalau kita bisa sejahtera? Exxon atau MCL hanya berani janji. Banyak daerah lain yang ada tambang minyak tapi warganya tetap miskin," jelas Mugito,
warga sekitar sumur Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Sekalipun nanti MCL akan melaksanakan pembebasan tanah, warga tidak akan banyak mendapat manfaatnya. Sebab sebagian besar lahan sekitar sumur minyak sudah lepas dari tangan warga setempat dan beralih pada spekulan. Maka MCL lebih banyak menghadapi kelompok spekulan dari pada warga dalam proses negosiasi jual-beli. (gik/gik)











































