Mereka yakni, Alfi (9) dan Seli (11) siswi kelas III. Keduanya saat ini masih diinfus di ruang Irna IV dan mengaku masih pusing dan mual.
"Keduanya mengaku masih pusing dan mual serta masih dipasang infus. Kita akan lakukan observasi kepada 2 anak yang masih dirawat dan yang sudah dipulangkan," kata Kadinkes Magetan, Dr Hary Susanto kepada detiksurabaya.com, Rabu (27/2/2008).
Sementara itu 94 siswa yang mendapat perawatan di Puskesmas Plaosan sudah dipulangkan karena kondisi sudah stabil. Sedangkan total siswa keracunan berjumlah 96 anak.
Sedangkan Ngainah (70) yang menjual snack dan Rubinah (50) yang menjadi sales snack bermerk Oops masih menjalani pemeriksaan di ruang reskrim Mapolres Magetan.
Sebelumnya, ribuan jajanan yang telah kadaluwarsa itu ditemukan dalam 35 karton di rumah Rubinah yakni snack Oops yang diproduksi oleh PT Pacific Millenia Pangan Makmur Karawang Jabar. Jajanan Kadaluwarsa tersebut kacang rasa bawang merk Kayaking dengan kadaluwarsa 28 Juni 2007, kacang rasa madu merk Kayaking dengan kadaluwarsa 15 Agustus 2007, kacang rasa asin merk Kayaking dengan kadaluwarsa 26 Oktober 2007. Oops warna biru rasa ayam panggang dengan kadaluwarsa 18 Agustus 2007, Oops warna hijau rasa jagung bakar manis dengan kadaluwarsa 3 September 2007 dan penyegar mulut merk pasks 24 Januari 2007. (fat/fat)










































