Tolak Relokasi, Pedagang Berunjuk Rasa ke DPRD

Tolak Relokasi, Pedagang Berunjuk Rasa ke DPRD

- detikNews
Selasa, 26 Feb 2008 11:09 WIB
Jember - Ratusan pedagang Pasar Kencong kembali berunjuk rasa. Mereka menuntut DPRD Jember agar memindah pedagang dari pasar penampungan ke pasar lama bukan dipindah ke pasar baru.

Pedagang berunjuk rasa di kantor dewan dan dilanjutkan ke kantor Pemkab Jember. Mereka tetap menuntut Bupati Jember MZA Djalal untuk memindah pedagang pasar lama yakni di depan masjid Jami' Kencong.

"Kami ingin kembali ke pasar lama dari pasar penampungan dan tidak mau dipindah ke pasar baru. Sejak pindah di pasar penampungan penghasilan kami merosot," kata Bu Mini, seorang pedagang sayuran sambil menangis tersedu-sedu, Selasa (26/2/2008).

Hal senada juga dilontarkan oleh Siti Nurhayati. Menurut pedagang sandal dan sepatu ini bahwa sejak dipindah ke pasar penampungan hampir dua tahun lalu, penghasilan mereka turun drastis. "Kalau di pasar lama dalam sehari bisa dapat Rp 100 ribu - Rp 200 ribu, sekarang sehari dapat Rp 50 ribu itu sudah syukur," katanya.

Dalam demo itu tidak sedikit ibu-ibu yang menangis tersedu-sedu. Mereka menangisi nasib mereka.

Dalam aksinya mereka membawa poster yang bertuliskan "Genderang Perang Sudah Berbunyi Kami Datang Menagih Janji", "Kalau Bupati Menempatkan Pedaagang di Tanah BUMN Sama Halnya Bupati Membunuh Kami", "DPRD Jangan Diam Saja Sudah Dibungkam Oleh Rupiah", "Pejabat Ngomong Pedagang Bengong Pedagang Protes Anda Melengos".

Para pedagang juga menggelar terpal yang digunakan duduk-duduk sambil membaca shalawat. Mereka juga mengancam akan menduduki kantor dewan jika permintaan mereka tidak digubris.

Sebelumnya, Pada tahun 2005 lalu, pasar tradisional Kencong Kabupaten Jember terbakar hebat hingga ratusan bedak luluh lantak. Ratusan pedagang akhirnya dipindahkan ke penampungan sementara. Tetapi sayang pada tahun 2007 lalu, pasar sementara itu juga terbakar meski tidak parah.

Saat ini Pemkab Jember berencana memindahkan pedagang itu ke pasar baru di sebuah tanah lapang milik Pabrik Gula Semboro (PTPN). Tetapi para pedagang menolak itu karena mereka tidak mau ada masalah dengan tanah BUMN itu di kemudian hari.

"Nanti kalau kita mau pindah ke tanah BUMN dan ternyata di kemudian hari ada masalah siapa yang menanggung. Kami hanya ingin kembali saja ke pasar lama," kata Ayub. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini