Menurut saksi mata, Sunaryo warga Desa Gedang RT 13 RW 4 Porong bahwa semburan api itu muncul sekitar pukul 03.30 WIB dini hari tadi, Selasa (26/2/2008).
"Sebelum keluar api terdengar ledakan kecil, setelah itu saya melihat asal suara lalu ada kepulan asap putih dari bekas sumur bor milik Pak Suherman. 10 menit kemudian keluar api dengan ketinggian 5 meter," kata Sunaryo yang sehari-hari berprofesi sebagai penambal ban yang jaraknya hanya 30 meter dari titik semburan api kepada detiksurabaya.com.
Sesaat kemudian, Sunaryo langsung melaporkan semburan api itu ke polsek setempat. Saat itu juga didatangkan 2 unit mobil PMK dari Pemkab Sidoarjo. Upaya pemadaman rupanya mengalami kesulitan karena tingginya api. Hingga pukul 08.15 WIB, api juga belum padam.
Sedangkan menurut pihak Fergaco, Dodi Irawan menyebutkan bahwa api itu pasti ada yang menyalakan. Karena munculnya api bisa dipicu karena tiga hal yakni, oksigen, gas dan sumber api.
"Kalau api nyala sendiri itu tidak mungkin. Karena api muncul karena ada tiga unsur," katanya saat di lokasi.
Dari pantauan detiksurabaya.com petugas PMK sempat membeli sabun 10 kilo dan dimasukkan ke tangki air serta disemprotkan. Namun selama kurang lebih 5 jam api tak kunjung padam. Sebelumnya, semburan api di tempat yang sama juga pernah muncul Februari 2007 lalu. Hingga kini warga masih melihat lokasi semburan api tersebut dan arus lalu lintas relatif lancar.
Semburan baru yang mengeluarkan gas mudah terbakar belakangan banyak bermunculan di Siring Barat yang berada di luar peta terdampak lumpur. Ada 4 RT di wilayah Siring barat rawan gas mudah terbakar yakni RT 01, 02, 03 dan RT 12.
Sementara kawasan lainnya di Porong yang mengeluarkan gas mudah terbakar. seperti kawasan Desa Pamotan yang hanya berjarak 2 kilometer dari pusat semburan lumpur panas. (fat/fat)











































