Kepala Sekolah Arogan, Wali Murid Unjuk Rasa

Kepala Sekolah Arogan, Wali Murid Unjuk Rasa

- detikNews
Senin, 25 Feb 2008 12:28 WIB
Kediri - Ratusan wali murid SMPN 2 Ngadiluwih mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kediri. Mereka menuntut Kepala Sekolah SMPN 2 Ngadiluwih, Dra Isti Hatiyanti dicopot dari jabatannya.

Kepala sekolah tersebut dianggap para wali murid arogan dan tidak edukatif. Massa yang mulai berdatangan pukul 10.00 WIB langsung membentangkan berbagai macam poster dan spanduk yang berisi kecaman.

Untuk menghindari kericuhan, massa langsung diperkenankan menyampaikan aspirasinya ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, HM Kardiono di ruang pertemuan.

Dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan, wali murid menyampaikan bentuk-bentuk tindakan arogan dan tidak edukatif yang ditunjukkan kepala sekolah. Antara lain, memaki-maki siswa yang terlambat membayar uang sekolah di depan siswa lainnya saat berlangsung upacara bendera.

Selain itu, kepala sekolah juga mengajarkan kepada siswanya bila meminta uang kepada orang tua untuk keperluan membayar uang sekolah, harus sampai menangis.

"Apa ya itu pantas dilakukan kepala sekolah. Anak saya pernah ngambek tidak mau sekolah karena dimaki-maki di depan temannya," kata Sujito (42) salah satu wali murid kelas VIII SMPN 2 Ngadiluwih di ruang pertemuan, Senin (25/2/2008).

Sementara wali murid dari kelas VII, Andriani (36) menyampaikan bentuk pelanggaran lain yang dilakukan kepala sekolah, yaitu membebankan pengadaan komputer kepada siswa.

"Komputer untuk sekolah, satu siswa dibebani untuk urunan 375 ribu, bagi yang mampu tidak apa-apa tapi yang tidak harus bagaimana," tegas Andriani.

Andriani menambahkan, selain beban pengadaan komputer, wali murid juga sering dibebani keperluan lain di sekolah. Antara lain pembangunan halaman sekolah. Satu siswa diwajibkan membawa dua buah paving dan membayar iuran pembelian pasir sebesar Rp 2 ribu.

"Lha terus biaya sumbangan pemerintah untuk pembangunan ke mana, kok siswanya terus dibebani," lanjutnya.

Setelah menyampaikan berbagai bentuk pelanggaran kepala sekolah, ratusan wali murid secara kompak menyuarakan pencopotan terhadap kepala sekolah dan meminta pengganti yang lebih baik.

"Kepala sekolah tidak transparan, tidak edukatif dan arogan. Kami minta kepala sekolah secepatnya dicopot dan diganti yang baik," seru ratusan wali murid dengan kompak.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kardiono mengatakan akan mempelajari seluruh pengaduan dari wali murid. Bila semua yang diperintahkan kepala sekolah benar terjadi, maka dia berjanji tidak akan segan melakukan pencopotan.

"Ini tindakan yang baik dari wali murid dan saya sangat senang mereka bisa berani beraspirasi. Saya akan pelajari terlebih dahulu apa-apa yang diperintahkan. Tapi saya berjanji, bila semua itu benar maka yang bersangkutan akan saya ajukan untuk dicopot," kata Kardiono.

Kardiono menambahkan, jika proses pencopotan jelas memakan waktu yang lama, sehingga wali murid diminta untuk lebih bersabar.

"Saya kan punya atasan lagi yang lebih berhak melakukan pencopotan. Tenang saja, apabila benar-benar salah saya akan ajukan dia untuk dicopot," lanjutnya.

Seusai menerima janji tersebut, ratusan wali murid tersebut langsung
membubarkan diri. Namun mereka berjanji akan mengerahkan massa yang lebih besar, bila tuntutannya tidak terpenuhi. (fat/fat)
Berita Terkait