Cuaca Buruk, Kuli Angkut di Sumenep Menganggur

Cuaca Buruk, Kuli Angkut di Sumenep Menganggur

- detikNews
Senin, 25 Feb 2008 08:21 WIB
Sumenep - Selama cuaca buruk melanda perairan laut Kabupaten Sumenep membuat ratusan kuli angkut di tempat pelelangan ikan (TPI) dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep menganggur selama tiga pekan.

Mereka yang seharusnya mendapat upah dari nelayan dan bongkar muat barang yang akan dikirim ke sejumlah kepulauan kecil di Sumenep, kini berhenti. Selain tak ada kapal yang melayani pelayaran, juga sebagian nelayan masih belum normal melaut.

"Saya sangat membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Makanya, meski cuaca masih buruk saya ke TPI, mungkin ada yang membutuhkan jasa kuli angkut," ujar Masruhah (46) salah seorang kuli angkut yang ditemui detiksurabaya.com di TPI Bintaro, Sumenep, Senin (25/2/2008).

Masruhah bersama 5 temannya, setiap pagi tetap pergi ke TPI meski jasa kuli angkut lainnya memilih istrirahat. Dia berharap ada nelayan yang melaut dan membutuhkan dirinya untuk mengangkut ikan dari bibir pantai ke TPI yang jaraknya 500-an meter.

Pada hari normal, jelas Masruhah, setiap kuli angkut mampu mengumpulkan uang antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu perorang. Tapi saat cuaca buruk, seringkali pulang tidak membawa uang.

Menurutnya, selama cuaca buruk, hanya sebagian kecil nelayan yang melaut, sehingga kuli angkut banyak yang tidak dimanfaatkan.

"Kadang-kadang sesama kuli angkut rebutan agar bisa mendapatkan uang, tapi kalau sudah waktunya nelayan melaut, semua kuli angkut senang," katanya.

Hal serupa juga dialami, Mat Hasan (39) warga Desa Kalianget. Saat ini
dia mengaku kehilangan pekerjaan sejak tidak ada kapal maupun Perahu Layar Motor (PLM) yang melayani pelayaran, baik tujuan Masalembu, Kangean, maupun kepulauan Sapeken.

Sejak tiga tahun menjadi jasa kuli angkut di Pelabuhan Kalianget, dia merasa tahun 2008 ini cuaca yang sangat buruk dan waktunya sangat panjang. "Tahun ini bikin susah kuli angkut. Cuaca buruk tidak hanya sepekan tapi bulanan," tuturnya saat ditemui detiksurabaya.com di Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Sepinya aktivitas kuli angkut juga terlihat di TPI Kecamatan Pasongsongan, baik bongkar muat kayu yang dikirim dari Kalimantan maupun transaksi ikan. Dari 1.500 nelayan setempat hanya 20 persen yang melaut. Itupun, jarak melautnya tidak jauh dari bibir pantai. (fat/fat)
Berita Terkait