Gas beracun tersebut lepas ke udara antara pukul 16.30 sampai 18.00 WIB. Spontan warga lari berhamburan keluar rumah. Malah, ada yang mulai mengemasi pakaian mereka untuk siap-siap mengungsi. Bukan hanya manusia, hewan ternak juga tampak panik.
"Tadi baunya menyengat sekali, sampai saya susah bernafas. Terus saya lari keluar rumah, ternyata orang-orang juga panik semua," kata warga Ngampel bernama Kartini (24) pada detiksurabaya.com, Sabtu (23/2/2008).
Sedangkan warga Ngampel lainnya, Sudargo, menyesalkan PertroChina sebagai operator Sumur Sukowati Pad B lantaran tidak menerapkan early warning system (EWS). Sehingga warga panik karena tidak siap saat terjadi kebocoran gas.
"PetroChina tidak pakai prosedur peringatan dini. Kalau bau gas begini terus warga mabuk begini, bagaimana tanggung-jawab PetroChina?" cetus Sudargo sambil menujuk ke arah lokasi pengeboran minyak Sukowati Pad B.
Sementara Security Supervisor JOB PPEJ, Yoga Santoso Utomo tidak bisa dihubungi karena ponselnya tidak aktif. Namun, seorang satpam yang sedang bertugas jaga di pos security sumur minyak Sukowati Pad B membenarkan adanya gas yang terlepas ke udara.
"Ya tadi memang bau gas, arahnya ke timur sesuai arah angin. Tapi sekitar magrib tadi sudah tidak bau lagi," tutur satpam piket yang tidak bersedia disebut namanya.
Beruntung kebocoran itu tidak sampai berlangsung lama. Dari pengamatan detiksurabaya.com, sekitar pukul 19.00 WIB, warga sudah kembalike rumah dan beraktivitas seperti biasa.
(bdh/bdh)










































