Dari pengamatan detiksurabaya.com, dibandingkan dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut jauh lebih banyak. Akibatnya tidak ada celah yang kosong di dalam geladak.
Hampir sebagian besar barang masuk ke dalam kapal seperti sembako, barang pecah belah, barang kebutuhan hidup sehari-hari, plastik bahkan sepeda motor diangkut juga ke dalam kapal tersebut. Karena gratis, banyak penumpang yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Mereka berlomba memasukkan semua barang yang mereka beli ke dalam kapal.
"Kami tidak menyiapkan makan bagi para penumpang," kata Komandan KRI Teluk Sampit Mayor Laut (P) Edi Eka Susanto kepada wartawan sesaat sebelum keberangkatan.
Hal tersebut kata Edi sudah diumumkan kepada para penumpang kapal sehingga penumpang diharapkan membawa bekal makanan sendiri-sendiri.
Edi menambahkan kapal ini setiap harinya menghabiskan 20 ton solar. Dia menambahkan sampai di Bawean mereka juga akan mengangkut penumpang yang ada disana. "Iya, ini demi kemanusiaan," ungkapnya. (wln/bdh)











































