Hal ini terungkap dalam acara konsolidasi partai berlambang banteng moncong putih di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Mayjend Sungkono, Kota Kediri, Sabtu (23/2/2008).
"Hanya tinggal dua nama yang sudah kami putuskan dan sedang kami koordinasikan dengan DPP. Kalau tidakĀ Ridwan Hisyam dan Farid Al Fauzi," kata Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Sirmadji Tjondropragolo.
Sirmudji menjelaskan terpilihnya dua nama tersebut karena, dari beberapa nama yang sebelumnya bermunculan untuk digandengkan dengan Pak Tjip, ternyata tidak memberikan respon positif.
Beberapa nama tersebut antara lain Ali Maschan Musa, Khofifah Indarparawangsa, dan satu nama yang berasal dari DPW PPP Jatim yang tak disebutkan namanya oleh Sirmudji.
"Bahkan sampai titik terakhir kita kontak lagi, tapi tampaknya nama-nama tersebut enggan mendampingi Pak Tjip dengan alasan ingin berkonsentrasi dengan organisasi mereka. kami tidak dapat memaksakan keinginan tentunya," ujar Sirmadji.
Ketika disinggung mengenai dua nama yang tersisa tersebut tidak populer di Jatim, dan dikhawatirkan akan gagal mendongkrak perolehan suara PDIP, sirmudji membantahnya.
Menurutnya, tidak ada istilah tidak populer dalam pilgub. "Populer belum tentu juga dapat menang, tidak ada istilah populer dalam pilgub," tegasnya.
Sementara untuk pengumuman nama pasti cawagub yang akan mendampingi Pak Tjip, sirmudji menambahkan masih menunggu hasil koordinasi dengan DPP PDIP. Namun dia menyebut, akhir bulan Februari sebagai batas akhirnya.
Secara terpisah, Sutjipto ketika ditanya mengenai keterlambatan menetukan cawagub dapat mengecilkan peluangnya merebut kursi L1 karena terlambat start, Sutjipto membantahnya. (bdh/bdh)











































